Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dosen PENS Pamekasan Ciptakan Alat IoT Deteksi Kualitas Air Tambak Udang

Dosen PENS Pamekasan Ciptakan Alat IoT Deteksi Kualitas Air Tambak Udang

Inovasi Teknologi IoT untuk Pengawasan Kualitas Air Tambak Udang

Seorang dosen dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Kampus Sumenep, Madura, berhasil menciptakan alat berbasis teknologi IoT (Internet of Things) yang mampu mendeteksi kualitas air tambak udang Vaname secara dini. Alat ini dibuat oleh Nirwana Haidar bersama rekan kerjanya, seperti Achmad Khairul Umam dan Ibnu Cipta Ramadhan serta lima mahasiswanya. Proyek pengabdian masyarakat ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Program Pengabdian Masyarakat dengan Tema Spesifik

Tajuk utama dari program pengabdian masyarakat tersebut adalah ‘Implementasi Early Warning System berbasis MQTT untuk Deteksi Dini Kualitas Air Tambak Udang Vaname’. Alat ini kini mulai digunakan di Kelompok Usaha Tambak Udang Jaring Emas milik Matsaini yang berada di Dusun Karang Mimba, RT 02/RW 07, Desa Grujugan, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura.

Haidar menjelaskan bahwa awal mula penciptaan alat ini berasal dari masalah yang sering dialami para petambak udang. Mereka kesulitan mengontrol kadar oksigen dalam air tambak karena masih menggunakan alat manual. Hal ini menyebabkan mereka sering kali terlambat mengetahui perubahan kondisi air, sehingga berdampak pada kematian udang.

Fungsi dan Keunggulan Alat

Alat yang dibuat oleh Haidar mampu mengontrol kadar oksigen secara otomatis melalui sensor yang terhubung ke server. Informasi yang diperoleh dari sensor akan langsung dikirim ke aplikasi di ponsel. Dengan demikian, petambak bisa memantau kondisi air tambak secara real-time tanpa harus datang ke lokasi tambak.

Proses pembuatan alat ini membutuhkan waktu sekitar delapan bulan hingga akhirnya dapat berfungsi dengan baik. Saat ini, alat tersebut masih dalam tahap pengembangan dan hanya berfungsi sekitar 70 persen. Namun, manfaatnya sudah dirasakan oleh petambak di Sumenep.

Penggunaan dan Perencanaan Masa Depan

Alat ini mampu mengontrol kadar oksigen dalam tambak sebesar satu hektare. Untuk area yang lebih luas, diperlukan penempatan dua hingga tiga titik alat secara merata. Rencananya, tiga alat akan dipasang, namun saat ini baru satu alat yang sedang diuji coba.

Menurut Haidar, alat ini membantu mengurangi angka kematian udang yang sering terjadi ketika menggunakan alat manual. Biasanya, kadar oksigen air berkurang pada malam hari, sehingga alat ini memberikan notifikasi yang bisa segera diantisipasi.

Petambak tidak lagi perlu repot datang ke tambak, karena bisa mengontrol kondisi air melalui smartphone. Selain itu, Haidar juga menciptakan aplikasi khusus untuk memudahkan pengoperasian alat ini.

Pelatihan dan Sosialisasi

Dalam program pengabdian masyarakat, Haidar dan timnya melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada petambak yang akan menerima bantuan alat ini. Alat ini mudah dioperasikan, dan telah diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.

Haidar berencana memperluas penggunaan alat ini ke banyak petambak udang. Namun, saat ini dia masih menunggu pendanaan dari lembaga tertentu. Biaya pembuatan satu alat sekitar Rp5-6 juta, dan biaya tambahan diperlukan untuk aplikasi mobile.

Perkembangan Teknologi dan Tujuan Masa Depan

Haidar selalu tertarik dengan inovasi teknologi sejak menjadi dosen sejak tahun 2016. Dia percaya bahwa teknologi berbasis IoT lebih mudah diterapkan dalam pengabdian masyarakat karena langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ke depan, Haidar ingin mengembangkan alat ini dengan penambahan teknologi baru, seperti panel surya, agar tidak bergantung pada listrik PLN. Tujuannya adalah membuat alat yang lebih hemat biaya dan mudah diakses oleh petambak.

Selain itu, Haidar berharap ada investor atau lembaga yang mau mendanai produksi alat ini dalam jumlah besar. Jika alat ini beroperasi secara maksimal, akan diberikan label khusus agar petambak lebih terbantu dengan teknologi modern.

Harapan dan Apresiasi

Haidar berharap petambak udang tidak ragu lagi menggunakan teknologi setelah adanya alat ini. Selama ini, banyak petambak di Madura masih kurang memperhatikan teknologi. Ia berharap alat ini bisa meminimalkan angka kematian udang dan meningkatkan hasil panen.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Dengan dukungan tersebut, alat teknologi ini bisa tercipta dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Post a Comment for "Dosen PENS Pamekasan Ciptakan Alat IoT Deteksi Kualitas Air Tambak Udang"